Sekolah hampir Roboh di Banten

 

 Merdeka.com – Di Kota Serang, Provinsi Banten, masih ada gedung sekolah dengan atap nyaris rubuh. Padahal sekolah itu masih digunakan sebagai tempat belajar. Pemerintah Kota Serang pun dituding tutup mata atas kondisi tersebut.

“Sepertinya pemerintah kota serang tidak cepat tanggap terhadap sekolah yang mau roboh tersebut. Padahal ini adalah tahun ajaran baru dan setidaknya kondisi sekolah harus sudah dapat di perbaiki dan nyaman bagi para pelajar,” kata Koordinator Lembaga Kajian Independen (LKI) Banten, Dimas Kusuma, Kamis (07/08).

Menurut dia hal itu tidak sesuai dengan UUD 45 terutama Pasal 31 ayat (1) menyatakan, setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Dan pada ayat (2) menyatakan, setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.

Artinya, kata dia, pembiayaan tersebut termasuk cepat tanggap bila kondisi sekolah rusak. Apalagi undang-undang juga mengamanatkan bahwa 20 persen anggaran pendapatan adalah untuk pendidikan.

“Padahal anggaran di Pemerintah Kota Serang sangat banyak terutama untuk perbaikan sekolah, baik itu anggaran dari APBD maupun anggaran dari APBN yang masuk ke Kota Serang dalam bantuk DAK (Dana Alokasi Khusus). Atau bisa juga di gunakan anggaran untuk bencana, karena memang kondisinya sangat harus di segerakan,” kata Dimas.

Dimas menilai pemerintah kota serang tidak matang dalam menyusun prioritas anggaran pembangunan, terbukti dengan sekolah yang akan ambruk ini di biarkan sejak lama. Hal itu memprihatinkan apalagi posisi sekolah berada di pusat ibu kota Provinsi Banten.

“Padahal wali kota terpilih pada saat kampanye berjanji akan meningkatkan kualitas pendidikan dan gratiskan biaya sekolah sampai SLTA di Kota Serang. Dengan janji tersebut seharusnya tidak ada lagi sekolah seperti ini di Kota Serang. Jangan sampai janji malah menimbulkan korban jiwa bagi para murid di sekolah tersebut,” ujar Dimas.

Sebelumnya, ratusan siswa Sekolah Dasar Negeri Cijawa Kota Serang, Banten, terpaksa belajar di bawah bangunan yang sudah tua. Selain itu atap bangunan juga sudah rapuh, sewaktu-waktu dapat rubuh mengancam para siswa.

Sekolah yang berada di Ibu Kota Provinsi Banten ini sudah puluhan tahun sejak dibangun pada 1984 tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Sehingga sekolah yang mempunyai 2 lantai dan 6 kelas ini kondisinya memprihatinkan, atap sudah rapuh dan internit banyak yang jebol.

Kondisi bangunan sekolah tersebut memang sudah permanen. Namun kondisinya sudah tidak layak untuk digunakan sebagai kelas. Kondisi sarana kelas seperti meja, bangku dan lemari buku juga terlihat sudah rusak.

Tidak hanya itu saja, bila diguyur hujan, ruang kelas bocor sehingga mengganggu aktivitas belajar. Dengan kondisi tersebut tidak menurunkan semangat niat ratusan para siswa untuk belajar.

“Takut, takut ketimpa kalau rubuh. Hujan juga bocor,” ujar Sheiyra, salah satu siswa kelas 3.

Demi Kurikulum 2013, Kemendikbud Buka Klinik Guru

Kemendikbud berupaya mengatasi satu per satu masalah yang terjadi menjelang penerapan kurikulum 2013 di seluruh sekolah. Salah satunya, problem ketidakpahaman guru mengenai kurikulum baru ini dengan membuka klinik guru (teaching clinic) di seluruh kabupaten/kota. Mendikbud M. Nuh menuturkan, untuk bisa mengajarkan materi dengan baik kepada siswa, guru harus memahami K-13 (kurikulum 2013). Karena itu, Kemendikbud memberikan pelatihan terhadap guru. Salah satu materi yang diajarkan mengenai metodologi pembelajaran. Nuh memaparkan, nilai rata-rata nasional guru yang mengikuti pelatihan adalah 71.

Nilai terendah yang diperoleh guru adalah 40, sedangkan nilai tertinggi mencapai 93. Dilihat dari kurva atau grafik oleh Kemendikbud, tidak sampai 10 persen guru di seluruh Indonesia yang meraih nilai terendah. Bagi guru yang nilainya masih berada di bawah rata-rata, Kemendikbud sudah menyiapkan skema pendampingan. Yakni, membuka klinik guru. Semacam klinik pembelajaran. Klinik itu akan dibuka di setiap kabupaten/kota. Yang mengelola klinik adalah lembaga pendidik dan tenaga kependidikan (LPTK). Guru yang sulit mengajar atau menilai bisa berkonsultasi. Kemendikbud juga membuka online teaching. Sistem tersebut terpusat di Kemendikbud. Guru bisa sharing dan berkeluh kesah secara online.

Tim pengelola website itu akan memberikan masukan dan solusi. Dengan berbagai upaya tersebut, pemahaman guru terhadap kurikulum 2013 diharapkan meningkat. Jadi, saat ada pelatihan ulang, nilai mereka meningkat. Mereka yang nilainya masih berada di bawah standar diharapkan bisa tembus 60. Nuh menjelaskan, salah satu perombakan mendasar dalam K-13 adalah metodologi pembelajaran. Kemendikbud berusaha merombak proses pembelajaran di sekolah. Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah observasi. Pendekatan itu akan memunculkan berbagai pengalaman siswa. Mereka diminta dapat mengomunikasikan pembelajaran. Jadi, setiap anak berpengalaman menyampaikan pendapatnya atau menceritakan dirinya. Guru bertugas menilai secara komprehensif.

Sumber : JPNN

Berita Duka

INNALLILLAHI WAINNAILLAIHI ROJI’UN  Telah meninggal dunia ayahanda suami (Mertua) dari mbk Nana salah satu staff TU SMP Kesatrian 2 Semarang pada hari ini Rabu, 6 Agustus 2014 pukul 03.00. Semoga segala amal ibadahnya di terima oleh ALLAH SWT dan bagi keluarga yang di tinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran.

Kami mewakili segenap warga SMP KESATRIAN 2 Semarang  mengaturkan rasa berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya.