Senin (6/11/23) siswa dan para guru SMP Kesatrian 2 mengikuti sholat ghaib yang dipimpin oleh Pak Dumeri, selaku guru agama untuk mendoakan para korban di Palestina. Setelah sholat ghaib, siswa langsung melakukan penggalangan dana.
“Bencana di Palestina adalah bencana kemanusiaan, tidak terkait dengan ras maupun agama tertentu. Dan kami merasa prihatin, karena pelanggaran HAM yang terjadi secara serius. Dan kami tetap terus mendoakan Palestina dengan cara yang bisa kami lakukan, yaitu dengan sholat ghaib. Selain mendukung secara doa, kami juga melakukan penggalangan dana”, ungkap Ibu Any Martha Triwulandari, selaku Kepala Sekolah SMP Kesatrian 2.
Salah satu siswa kelas 8A, Mumtaz Ghifari Riswara merasa prihatin melihat berita di TV. Banyak korban yang meninggal. Bahkan, ia terharu melihat anak kecil yang menulis namanya di tangan. Dengan alasan, apabila meninggal, ada yang mengetahui namanya.
Mumtaz juga berpesan untuk para generasi muda, agar selalu peduli terhadap sesama, dan siap membantu dengan apa yang kita bisa.



Users Today : 7
Users Yesterday : 7
Users Last 7 days : 47
Users Last 30 days : 218
Users This Month : 203
Users This Year : 546
Total Users : 8313
Views Today : 17
Views Yesterday : 16
Views Last 7 days : 110
Views Last 30 days : 472
Views This Month : 451
Views This Year : 967
Total views : 21463
Who's Online : 0


