Sumpah Pemuda baru lahir dua tahun kemudian. Pada 1928, Moh Yamin menerbitkan sebuah kumpulan sajak yang baru berjudul Indonesia, Tumpah Darahku. Itu menunjukkan perubahan kesadaran para pemuda. Ketika Kongres Indonesia Muda kedua (Kongres Pemuda II) diselenggarakan pada 1928, bahasa Melayu sudah lama menjadi bahasa pergaulan yang dipakai secara luas di seluruh kepulauan Nusantara. Namun, saat …


Users Today : 115
Users Yesterday : 291
Users Last 7 days : 406
Users Last 30 days : 646
Users This Month : 470
Users This Year : 2410
Total Users : 10177
Views Today : 135
Views Yesterday : 306
Views Last 7 days : 441
Views Last 30 days : 790
Views This Month : 523
Views This Year : 3748
Total views : 24244
Who's Online : 0


