Sumpah Pemuda baru lahir dua tahun kemudian. Pada 1928, Moh Yamin menerbitkan sebuah kumpulan sajak yang baru berjudul Indonesia, Tumpah Darahku. Itu menunjukkan perubahan kesadaran para pemuda. Ketika Kongres Indonesia Muda kedua (Kongres Pemuda II) diselenggarakan pada 1928, bahasa Melayu sudah lama menjadi bahasa pergaulan yang dipakai secara luas di seluruh kepulauan Nusantara. Namun, saat …


Users Today : 4
Users Yesterday : 49
Users Last 7 days : 255
Users Last 30 days : 769
Users This Month : 555
Users This Year : 4962
Total Users : 12729
Views Today : 4
Views Yesterday : 53
Views Last 7 days : 264
Views Last 30 days : 950
Views This Month : 627
Views This Year : 6742
Total views : 27238
Who's Online : 0


