Revisi Buku K13

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Bidang Perbukuan Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Supriyatno, mengatakan, pihaknya melakukan revisi secara besar-besaran terhadap buku-buku Kurikulum 2013 (K13).

“Paling banyak perubahan adalah tematik SD kelas satu hingga enam. Akibat perubahan kompetensi inti dan kompetensi dasar maka perubahan buku-buku tersebut hingga 80 persen,” ujar Supriyatno dalam diskusi di Jakarta, Kamis (7/1/2016), seperti dikutip Antara.

Bahkan untuk mata pelajaran matematika kelas 12, perubahan bukunya nyaris 100 persen. Sebanyak 10 bab buku harus diganti, termasuk penempatan dari yang sebelumnya semester satu menjadi semester dua.

“Ada juga yang diajarkan di SMP, diajarkan untuk SMA. Itu terjadi untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika,” kata Supriyatno.

Revisi buku tersebut, lanjut dia, dilakukan berdasarkan perbaikan dari para ahli dan masyarakat yang tuntas pada akhir Oktober 2015.

Pada prinsipnya, lanjut dia, perubahan tidak menghilangkan kompetensi inti satu dan dua, tetapi menempatkan kompetensi inti satu dan dua sebagai payung khusus untuk mata pelajaran di luar agama dan PPKN.

“Kemudian dari perbaikan kompetensi inti dan kompetensi dasar itu, kami melakukan perbaikan buku yang selama ini beredar di sekolah,” kata Supriyatno.

Dia menyebut, pihaknya melakukan revisi sebanyak 377 buku dan dipastikan bisa selesai pada Februari 2016. Harapannya, buku-buku tersebut dapat digunakan tahun ajaran 2016/2017.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, Kemdikbud tidak menggunakan metode seperti tahun sebelumnya. Buku-buku yang selesai direvisi itu diunggah dan pemerintah akan menerapkan harga eceran tertinggi.

“Siapapun boleh menggandakan buku tersebut dengan mengacu terhadap ketentuan buku harga eceran tertinggi. Media, percetakan, distributor, bahkan masyarakat secara individu yang punya modal boleh menggandakan buku tersebut dan bisa dijual kepada sekolah ataupun masyarakat sesuai dengan harga eceran tertinggi,” tukas dia.

Makna Pendidikan Kemdikbud

JAKARTA – Makna pendidikan lebih dari proses transfer ilmu pengetahuan dari guru ke murid. Dan proses pencaian makna pendidikan sesungguhnya ini harus dilakukan oleh semua elemen, termasuk melibatkan masyarakat.

Pelibatan masyarakat inilah yang gencar dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) di bawah komando Anies Baswedan. Perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil untuk Transformasi Pendidikan (KMSTP), Citra menilai, memandang pendidikan sebagai gerakan bersama masyarakat saja masih belum cukup.

“Tapi lebih dalam lagi bagaimana kita mencari makna pendididkan itu sendiri. Menjadikan pendidikan sebagai proses yang bisa menggerakkan manusia, bukan saja prosedur belajar mengajar,” ujar Citra, dalam sebuah diskusi di Kemdikbud, Jakarta, Kamis (7/1/2016).

Karena sifatnya sebagai gerakan itulah, kata Citra, pendidikan dapat membuka peluang masyarakat umum dan Kemdikbud duduk bersama merumuskan pola terbaik untuk negeri ini. Hal itu diamini Sekretaris Jenderal Kemdikbud Didik Suhardi. Menurutnya, tanggung jawab pendidikan bukan hanya di pundak pemerintah tetapi juga melibatkan masyarakat.

“Kemampuan anggaran juga sangat terbatas. Bila kita tidak melibatkan masyarakat, maka tidak bisa mencapai kualitas pendidikan yang baik,” tutur Didik.

Kemdikbud sendiri sudah melibatkan publik dalam berbagai hal terkait pendidikan. Di antaranya, membuka peluang melaporkan berbagai pelanggaran pendidikan yang mereka temui.

Siswa Penerima BOS 2016

NO. NAMA SISWA Kelas

KELAS VII

1 YULAIKAH PUSPONINGRUM 7. C
2 EKA SURYA INDRA BUANA 7. A
3 REVINA MARTHA ARTHAMEVEA 7. D
4 TRIANA WULANDARI 7. C
5 PETER SETYAWAN PURNOMO 7. C

KELAS VIII

6 ABDURRAHMAN ALIF SANJAYA 8. A
7 GADING WAHYU INDRIYANTO 8. A
8 NUR AYUK FEBREEYANTI 8. A
9 DIKA INDAH LARASATI 8. A
10 DITA AYU LARASATI 8. A
11 ALDILA INDAH MULYANI 8. A
12 AMELIA PUTRI ANGGRAENI 8. B
13 ASIH SRI WAHYUNI 8. B
14 DANDY MUSLIMIN 8. B
15 IGO WICAKSONO AJI 8. B
16 IQBAL SURYA NULLOH 8. B
17 RENDY MAULANA 8. B
18 RIMA DHANI 8. B
19 SATRIYA IVAN DANISWARA 8. B
20 YULIANA PUTRI DAMAYANTI 8. B
21 AULIA KHORUN NISA 8. C
22 KRISNA WAHYU SANTOSO 8. C
23 MAHESA ARGA YUWANA 8. C
24 TEGAR AJI WICAKSANA 8. C
25 GINANJAR PANGESTU 8. D
26 ILHAN HANIF AL RASYID 8. D
27 TOTTI SATRIA PANGESTU 8. D
28 CIKAL TIARAFICA WAHYUDI 8. E
29 KAYLA CANDRA NURTRISNAWATI 8. E
30 MAHARDIKA PUTRA MAHENDRA 8. E
31 RIFKI SETIAWAN 8. E
32 ADRYAN ACHMAD MAULANA 8. F
33 BAGUS BAGASKARA 8. F
34 DEVI NORSAPUTRI 8. F
35 REGITA VIVILIA CANDRA DEWI 8. F
36 DICKY DWI SAPUTRO 8. F
37 TARIZKY FIHANNISA SUKISNO 8. F

KELAS IX

38 GALIH PAMBUDIARTO 9. A
39 LAILA INDAH FITRI WULAN 9. A
40 SILVI ANA ROHMAH 9. A
41 WAHYU KUSUMAWARDANI 9. A
42 SUKMA HIMAYATUL’ULYA 9. A
43 INEZA LIANI AURILIA 9. A
44 AKBAR YOGA PRASETYO 9. B
45 REZA FADHILAH 9. B
46 BERNADETTA CYNTHIA ANDREAN 9. B
47 JULIETTA FARISKHA RISAAN 9. B
48 SINDY MARDIANA 9. B
49 AINUR RIFQI BAYU M 9. A
50 MUHAMMAD KHALIL GIBRAN 9. B
51 ADINDA FAUZHA AMALIA 9. B
52 PUTRI ERLINA SARI 9. B
53 AYLA DINI SEKAR AYU NUR ICHNI 9. B
54 I KADEK CELVIN ADITIYA 9. B
55 GALANG VIRHAN ADI 9. B
56 TAN VIVI NOVIANTI 9. C
57 STENNY ANGGELA 9. C
58 SILVIANA ZULFA ROYANI 9. C
59 RIVANKA ADI PRABOWO 9. C
60 ZAKY BACHTIAR 9. C
61 AMRIYANSAH ADHE PUTRA 9. C
62 BAGAS TRI WIJAYANTO 9. C
63 RAKA ILHAM TRIYANTO 9. C
64 BAYU SETYO ALIMU HAKIM 9. C
65 ANGGHITA FEBIANTI 9. D
66 NATASYA AMALIA RISMADHANI 9. D
67 MUHAMMAD SUTAN AFIQ 9. D
68 DESTIANY LALITA PUTRI 9. D
69 DELVI KOFITA CANDRA PUTRI 9. D
70 YOGI FERY KURNIAWAN 9. D
71 YOSE PUTRA RAMADHAN 9. D
72 SHINTA WIDYANTI PUTRI 9. D
73 GENTA NOR SATRIO 9. E
74 HANZEL DAFA ABDI MULYANA 9. E
75 AGUSTIN AMARTINO 9. E
76 RAFLI NUR FADHILLA PANCA 9. E
77 TIARA WIDYA PUTRI ARI EKOWATI 9. E
78 EKO OKTA ADI SETIAWAN 9. E
79 AHMAD CHOIRUNNAJAH 9. E
80 SONNA KHANZA’LENA 9. E
81 ENDRA RAFLI ARDIYANTO 9. E
82 ALDILLA DIVA HERNANDA 9. E
83 CYKAL PANGESTU 9. F
84 MAYLA ESAVALINA 9. F
85 ADHYADMOKO TITO SAPUTRO 9. F
86 TEGAR PERMANA 9. F
87 GITA EKA SOMANIRI 9. F
88 M. IQBAL NURFAIDZI GUSTAN 9. F
89 ARDYA PUTRA NANDA 9. F
90 ADITYA WAHYU ANGGORO 9. F
91 ANISA DEVI KUSUMAWATI 9. F
92 VITO PERDANA 9. F
93 AKBAR ARIF WICAKSONO 9. F
94 AUDIA MULA ANGGORO PUTRI 9. F