{"id":733,"date":"2014-12-06T02:28:43","date_gmt":"2014-12-06T02:28:43","guid":{"rendered":"http:\/\/portal.smpkesatrian2smg.sch.id\/?p=733"},"modified":"2015-01-05T01:36:31","modified_gmt":"2015-01-05T01:36:31","slug":"pergantian-kurikulum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portal.smpkesatrian2smg.sch.id\/?p=733","title":{"rendered":"Pergantian Kurikulum"},"content":{"rendered":"<p style='\"text-align:' justify>kondisi pendidikan di Indonesia memang butuh banyak pembenahan baik dari sistem pembelajaran maupun gurunya sendiri, berbagai terobosan diluncurkan oleh dinas pendidikan termasuk membuat desain kurikulum baru guna memperbaiki kurikulum sebelumnya serta menambahkan kekurangan yang ada pada kurikulum sebelumnya, namun di tahun 2013 Kementrian pendidikan dan kebudayaan membuat produk kurikulum baru yang entah dari mana acuannya, yang pasti banyak pro dan kontra dengan dicetuskannya Kurikulum 13. sekolah yang memang mempunya fasilitas pendidikan yang baik dan mumpuni mungkin sangat setuju dengan diterapkannya Kurikulum 13 mereka berpandangan memang dari segi kegiatan belajar mengajarnnya memang bagus&lt;\/p&gt;\n</p>
<p style='\"text-align:' justify>perlu dikaji kembali bahwa Kurikulum 13 memang banyak kekurangannya terutama dari sisi evaluasi, sangat berat beban guru apa lagi dengan kondisi sekolah sekolah yang ada di Indonesia ini satu kelas diisi dengan rata rata 40 peserta didik dan diajar oleh 2 guru. seorang guru harus mengajar sambil mengisi penilaian yang demikian rumit dan banyak lantas kapan mereka harus menyampaikan materi pembelajaran dengan santai dan menyenangnkan ? bukankah konsep pembelajaran dari Ki Hajar Dewantara menyebutkan bahwa proses pembelajaran harus tercipata dengan kondisi yang menyenangkan ?&lt;\/p&gt;\n</p>
<p style='\"text-align:' justify><span class='\"kcmread1114\"'>“Bapak Ibu tahu, kalau buku karangan Ki Hadjar Dewantara jadi referensi di Finlandia. Di kita, buku itu tidak dibaca, tetapi mereka (Finlandia) sudah mempraktikkan dan mempesona dunia!” kata Anies dalam pertemuan dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi\/Kabupaten\/Kota seluruh Indonesia, di Jakarta, Senin (1\/12\/2014).\u00a0 Salah satu topik yang ditulis dalam buku tersebut adalah tentang kondisi belajar yang menyenangkan.&lt;\/span&gt;&lt;\/p&gt;\n<p style='\"text-align:' justify>Menurut dia, pemerintah Finlandia telah mengikuti pandangan Ki Hadjar Dewantara dengan mengubah sistem belajar dan situasi di sekolah menjadi lebih nyaman dan menggembirakan, berbeda dengan sekolah dan instansi pendidikan di Indonesia yang murid-muridnya lebih banyak merasa stres saat belajar. ya… itulah yang sedang dialami oleh mayoritas peserta didik di Indonesia saat ini. langkah yang tepat jika Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan evaluasi terhadap penerapan Kurikulum 2013 dan segera mengambil keputusan untuk menghentikan Kurikulum 2013\u00a0 diseluruh sekolah di Indonesia.&lt;\/p&gt;\n</p>
<p style='\"text-align:' justify>Selamat berjuang kembali bapak ibu guru Smp kesatrian 2 Semarang khususnya dan seluruh bapak ibu guru di seluruh negeri, selamat berjuang mendidik anak anak bangsa dengan kembalinya Kurikulum 2006, semoga langkah ini menjadi langkah awal bagi kita para guru untuk lebih fokus terhadap anak didik kita, tidak lagi memfokuskan diri terhadap proses penilaian&lt;\/p&gt;\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"</p>
<p>kondisi pendidikan di Indonesia memang butuh banyak pembenahan baik dari sistem pembelajaran maupun gurunya sendiri, berbagai terobosan diluncurkan oleh dinas pendidikan termasuk membuat desain kurikulum baru guna memperbaiki kurikulum sebelumnya serta menambahkan kekurangan yang ada pada kurikulum sebelumnya, namun di tahun 2013 Kementrian pendidikan dan kebudayaan membuat produk kurikulum baru yang entah dari mana acuannya, … &lt;\/p&gt;\n</p>
<p><a class='\"more-link' btn href="%5C%22https:%5C/%5C/portal.smpkesatrian2smg.sch.id%5C/?p=733%5C%22">Continue reading&lt;\/a&gt;&lt;\/p&gt;\n","protected":false},"author":1,"featured_media":361,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portal.smpkesatrian2smg.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/733"}],"collection":[{"href":"https:\/\/portal.smpkesatrian2smg.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portal.smpkesatrian2smg.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portal.smpkesatrian2smg.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portal.smpkesatrian2smg.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&amp;post=733"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/portal.smpkesatrian2smg.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/733\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":739,"href":"https:\/\/portal.smpkesatrian2smg.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/733\/revisions\/739"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portal.smpkesatrian2smg.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/361"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portal.smpkesatrian2smg.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&amp;parent=733"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portal.smpkesatrian2smg.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&amp;post=733"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portal.smpkesatrian2smg.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&amp;post=733"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}</a></p></span></p>
