SEMARANG, suaramerdeka.com – Sebanyak 68 guru dari empat sekolah yang ada di naungan Yayasan Kesatrian, sukses dibekali pelatihan bahasa Inggris selama satu bulan oleh Alifia Institute Kampung Pare Kediri di Semarang, sejak 1-30 Oktober. Kesuksesan pembekalan itu ditandai dengan gelaran pesta pelepasan alias farewell party bertajuk The Intensive English Training For Teacher yang diadakan di aula SMP Kesatrian 1 Semarang, Jalan Soekarno-Hatta.
Para guru satu persatu terlibat dalam atraksi berupa stand up comedy, drama kabaret, musikalisasi puisi, wayang orang, dan pidato berbahasa Inggris di momen tersebut. Kegiatan ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Ketua Yayasan Kesatrian 67 Semarang, Ha Soetarto Hadiwinoto.
”Pembekalan bahasa Inggris kepada 68 guru dari SMP Kesatrian 1, SMP Kesatrian 2, SMA Kesatrian 1, dan SMA Kesatrian 2 ini sebagai penajaman ketrampilan mereka yang sesuai dengan visi kami sebagai sekolah bilingual. Ini adalah kolter pertama yang mendapatkan pelatihan intensif bahasa Inggris. Tahun depan kami akan melakukan hal serupa bagi 250 guru dan karyawan yang belum mendapatkan pembekalan serupa,” terang Staf Yayasan Kesatrian 67 Semarang Bidang Edukatif, Toto di sela-sela acara.
Pengaplikasian dari kegiatan ini, pada awal November diharapkan di empat sekolah yang berada di bawah naungan yayasan sudah menerapkan pembelajaran dengan menyisipkan percakapan bahasa Inggris setiap harinya. Toto mengungkapkan, pihaknya juga berencana menetapkan Jumat sebagai hari khusus berbahasa Inggris di lingkungan sekolah Ksatrian baik SMP mau pun SMA.
”Pembekalan yang kami berikan kepada guru ini bukan sesuatu yang baru. Sebab sejak 2009 hingga 2011 lalu kami sudah menggandeng World Pro Institute untuk memberikan hal serupa. Namun untuk kerja sama dengan Alifia Institute baru kali ini,” lanjutnya.
Selama satu bulan terakhir, ada lima pelatih dari Alifia Institute yang dterjunkan memberi pembekalan guru ke empat sekolah usai jam pelajaran, selama tiga jam setiap hari. Sebab pada pagi hingga siang, para guru harus memberikan pelajaran sesuai bidangnya kepada para siswa.
”Pembekalan ini tidak hanya untuk guru bahasa Inggris saja. Kalau hanya guru bahasa Inggris, momennya berbeda dan itu dilakukan lebih tinggi lagi levelnya. Kami berharap dengan semua guru bisa berbahasa Inggris, membuat anak-anak juga terbiasa berbahas Inggris dalam kelas. Kami ingin nantinya sekolah yang ada dalam naungan yayasan bisa menjadi sekolah bertaraf internasional,” harap Toto.
Demi mewujudkan harapan itu, pihak yayasan juga sudah melakukan beberapa kerja sama seperti melakukan kerja sama pertukaran guru dengan Japan Fundation beberapa tahun ini. Sudah ada tiga guru SMA Kesatrian yang mengenyam pengalaman di Urawa University, Jepang. Sementara satu guru dari SMA Kesatrian 2 disiapkan untuk melakukan program teacher exchange tersebut dalam waktu dekat.
”Sementara itu, anak-anak secara rutin kami bekali dengan matrikulasi bahasa Inggris dan ke depan pelajaran bahasa Jepang juga akan kami adakan di sekolah dari guru asal Jepang-nya langsung,” tandasnya.
(M Alfi Makhsun/CN40/SM Network)


Users Today : 5
Users Yesterday : 13
Users Last 7 days : 83
Users Last 30 days : 312
Users This Month : 128
Users This Year : 1008
Total Users : 8775
Views Today : 11
Views Yesterday : 15
Views Last 7 days : 113
Views Last 30 days : 420
Views This Month : 168
Views This Year : 1675
Total views : 22171
Who's Online : 0


